Keyakinan-Keyakinan Tertentu

Kita terpesona oleh seseorang, bukan karena dia mampu melakukan yang tidak mampu kita lakukan, tetapi karena dia bersedia melakukan yang tidak kita lakukan.

Aku selalu kagum ketika menemukan kesederhanaan dalam pribadi orang-orang yang aku kenal. Orang-orang yang tidak meletakkan dunia di dalam hatinya. Aku selalu kagum dengan para pekerja keras, orang-orang yang berjuang menghidupi dirinya dan orang lain. Orang-orang yang sebenarnya punya banyak ekspresi di dalam dirinya tapi dia memilih diam, menjaga lisan dan hatinya, kemudian ia hanya bersedia menceritakan kepada Allah dan orang-orang yang mereka percayai.  Dan ketika sudah begitu, aku akan mengatakan “Ingat aku jika kau terasing”

Aku memang selalu punya keyakinan bahwa “ketika aku terus berbuat baik, aku akan menemukan orang-orang yang lebih baik.” Atau “ketika aku menemukan orang-orang yang tidak tepat, aku juga pasti akan menemukan orang-orang yang lebih baik.” Asal saja aku terus memperbaiki diri, melakukan yang terbaik, memberi dengan baik, Allah akan menganugrahkan orang-orang baik disekelilingku.

Entah mengapa aku selalu menemukan keyakinan-keyakinan tertentu tentang apa yang akan di takdirkan untukku. Tapi tak apalah ketika kita sudah menemukan keyakinan pada seseorang, buatlah mereka semangat bagi kita. Agar menambah daya cipta dan rasa. Agar lebih semangat lulus cumlaude. Semangat berprestasi biar lebih cepat lulus dan mewujudkan apapun yang diinginkan.

Jalan hidup itu rahasia!

Akan kunikmati dan berusaha menjadi yang terbaik. Meskipun aku harus berdoa ditengah dinginnya dunia. Yaaa… doa-doa teduh yang aku tujukan padaNya, bait-bait doa yang bahkan anginpun tak bisa mendengarnya.

Aku punya pilihan! Inilah jalan hidup yang kupilih tanpa paksaan!

Ketika aku berhenti merasakan hal yang berbeda dengan apa yang aku rasakan. Itu adalah tanda bahwa aku sudah tidak memiliki keyakinan tentangnya –meskipun dulu itu adalah pilihan terbaik menurutku. Ketika tidak lagi menemukan keyakinan, aku menemukan kekurangan-kekurangan dasar yang bagiku sangat fatal. Dan itu sangat tidak rasional. Kadang ketika bertemu masalah takdir, kita hanya bisa ikhlas. Karena “BIG THINGS BEHIND SMALL THING”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s