Ekspresi Seni

Photo by: Koko Wijayanto – Pulau Belitong

Aku ingin kembali membuka lembar demi lembar catatan hidupmu. Mengagumkan sekali membaca sosokmu lewat tulisan-tulisan yang kau biarkan berserakan di meja kamarmu. Menangkap dirimu lewat foto-foto yang kau tempelkan di tali yang menggantung di tembok. Bahagia sekali ketika aku bisa meniup rangkaian origami berbentuk burung yang sengaja kau gantungkan di depan pintu kamarmu. Tapi menyebalkan sekali ketika melihatmu sudah menikmati duniamu, dengan cardigan biru dan jeans belel yang sering kau kenakan, cuek dan sok angkuh menggoreskan kuas pada kanvas putih di sudut kamarmu. Atau dengan tatapan tajam menilai lukisanmu dan tiba-tiba kau lemparkan saja kacamatamu di atas sofa yang dipenuhi kertas sketsa pensilmu. Atau kau yang hanya tersenyum menatapku ketika aku sebal melihat kameramu yang kau biarkan menggantung  di samping gantungan baju. Meletakkannya seperti sampah yang sudah tak kau pedulikan.

Hey… kapan sih kamu mendengarku, membincangkan apa saja yang ada dipikiranmu.

Hmmmh… aku tersenyum sendiri menyandarkan pundakku di kursi kayu, menimati musik jazz dari mp3-mu, mencium aroma kopi panasmu yang khas, membaca saja buku-bukumu yang sudah berdebu.

Sesekali menatapmu dan membisikkan “Kadang aku terkesan melihatmu berantakan. Mengikuti jalan pikiranmu yang mengesankan. Kamu yang lugu selalu sibuk dengan pikiranmu.”318703_475177599160068_1087110328_n

Advertisements

3 thoughts on “Ekspresi Seni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s