Peranan Teman Terhadap Perilaku Negatif Remaja

teman dan kenakalan remaja“Setiap anak Adam dilahirkan dalam keadaan suci/fitroh, maka kedua     orang tualah yang menjadikan Yahudi, Nasrani, atau Majusy…” (H.R. Muttafakun ‘Alaih)

 Sesuai hadits di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa seorang anak yang baru lahir itu masih dalam keadaan yang suci. Dan yang menjadikan anak itu ke masa depan yang cerah atau  tidak adalah orang tua dan anak itu sendiri. Sejak lahir dari rahim ibu, pendidikan agama sudah melekat pada diri kita saat kita lahir di dunia ini sebagai muslim dan muslimah kita telah mendengar adzan dan syahadat dari orang tua kita. Itu merupakan salah satu bentuk pengenalan dan penanaman agama pada diri kita sejak dini.

Tapi tidak mudah bagi kita untuk bisa menjaga moral dan tingkah laku sesuai agama yang kita anut, karena terkadang kita menuruti hawa nafsu. Terutama saat kita sedang dalam masa remaja. Pada masa remaja sangat rawan terjebak dalam pergaulan bebas. Untuk itu dalam memilih teman kita tidak boleh sembarangan. Tak ada salahnya kita berteman dengan siapa saja. Tapi ingat, kita harus bisa menjaga diri dan membatasi.Jangan sampai salah pergaulan. Karena teman berpengaruh besar terhadap tingkah laku sehari-hari kita. Bagaimana tidak? teman adalah orang yang sering menghabiskan banyak waktu bersama kita misalnya saja di sekolah. Contoh perilaku negatif remaja akibat salah memilih teman salah satunya adalah kebiasaan minum-minuman keras.

Kebiasaan minum-minuman keras dikalangan remaja sudah membudaya, kondisi ini sudah sangat memprihatinkan. Saat ini salah satu kenakalan remaja yang membuat generasi muda rusak adalah minum-minuman keras.

Narkoba adalah zat kimiawi yang mampu mengubah pikiran, perasaan, fungsi, mental dan perilaku seseorang. Narkoba merupakan kepanjangan dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Narkoba juga sering disebut dengan sebutan NAZA. Narkoba adalah salah satu kendala para remaja dalam melakukan kewajiban sebagaimana mestinya. Proses terjadinya penyalahgunaan  narkoba, bisa di gambarkan sebagai berikut:

  • Kompromi     : Tidak menentang dengan tegas penyalahgunaan narkoba dan bergaul dengan pemakai atau pengedar.
  • Coba-coba    : Segan untuk menolak tawaran teman atau iseng-iseng lalu mencoba menggunakan narkoba.
  • Toleransi       : Dengan beberapa kali kita mencoba, maka tubuh akan mulai mengalami toleransi. Sehingga perlu peningkatan dosis.
  • Ekskalasi       : Peningkatan dosis yang dipakai, dan bertambah macam narkoba yang dikonsumsi.
  • Habituasi       : Pemakaian narkoba sudah menjadi kebiasaan yang mengikat.
  • Adiksi             : Keterikatan pada narkoba yang sudah mendalam. Tidak dapat lepas, kalau berhenti memakai timbul gejala putus obat/zat.
  • Intoksikasi     : Keracunan karena narkoba, dan akan mengalami kerusakan pada beberapa organ tubuh, otak, bahkan bisa membuat penggunanya hilang kesadaran.
  • Mati                 :  Kalau sudah otak rusak, beberapa organ tidak bekerja dengan baik, over dosis, pingsan, gila dulu, dan endingnya apalagi kalau bukan mati.

Perilaku yang nampak dari remaja yang biasa minum-minuman keras meliputi:

v  Prestasi belajar menurun, karena suka membolos.

v  Emosi labil, murung, suka marah, mudah tersinggung (watak dasar, biologis, fisiologis)

v  Pola hidup tidak wajar, makan minum tidur tidak teratur, pulang larut malam atau tidak pulang.

v  Boros, selalu kekurangan uang, suka hutang, mencuri, atau bahkan menipu.

v  Bergaul dengan orang-orang yang bersifat tidak wajar.

v  Kurang tenang, curiga pada orang lain,

Jika sudah terperangkap dalam narkoba, kemungkinan terjangkit virus HIV/AIDS juga sangat besar, kurang lebih mencapai 80%. Dan semua itu akan berujung pada kematian yang sia-sia. Sehingga bisa dipastikan bahwa orang yang menjadi pengguna narkoba, masa depannya pasti akan sia-sia. Kalau begitu siapa generasi penerus bangsa yang akan memimpin bangsa ini mendatang?. Jadi, kita sebagai remaja harus bisa memilah dan memilih mana yang menjadi hak dan kewajiban kita sebagai remaja pada umumnya yang tentunya tidak menyalahi norma-norma yang berlaku, khususnya norma agama.

Sehingga kita menjadi seseorang yang mampu meraih masa depan yang gemilang dengan berpegang teguh pada agama.

Nah, kita sebagai remaja juga harus lebih memahami akhlaq dan agama. Selain itu juga berkewajiban untuk mematuhi semua perintah orang tua agar tidak terjadi pergaulan yang salah.

Ciri-ciri teman yang baik  adalah :

  1. Mau berteman dalam suka maupun duka.
  2. Carilah teman yang bisa membuat kita menunjukkan jalan yang baik dan benar.
  3. Bila kita terlanjur berbuat hal yang buruk, dia mau menasihati
  4. Carilah seorang teman yang bisa membantu kita menyelesaikan masalah.
  5. Pilihlah teman yang bisa membimbing kita ke jalan yang benar
  6. Bisa saling mengingatkan satu sama lain.

“Teman yang baik itu seperti minyak kasturi, kalau kita tidak bisa memakainya, kita masih mencium baunya. Dan teman yang buruk itu ibarat tungku, kalau kita tidak terbakar, tapi pasti kita akan terkena asapnya (Riwayat Rosul)”

Itulah beberapa ciri teman yang baik. Semoga dengan ini kita bisa  menjadi manusia yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s