Learning by Doing!

(meningkatkan kemampuan menulis essay dan artikel)parrish-improve-student-writing-iStockphoto_0

Empat hari yang lalu (2/1/2014) salah seorang sahabatku meminta untuk diajari bagaimana caranya menulis. Alasannya, karena menurutnya setiap Ujian Tengah Semester (UTS) atau Ujian Akhir Semester (UAS) kebanyakan soalnya adalah membuat essay dan artikel. Memang benar sih di bangku kuliah, mahasiswa lebih banyak disibukkan dengan tugas untuk mengungkapkan gagasan-gagasan dan opini mengenai hal-hal yang terjadi di lingkungan berkaitan dengan jurusan masing-masing dalam bentuk artikel, essay, makalah, dan lain sebagainya, itu juga yang aku alami selama satu semester awal ini. well, berarti kemampuan menulis dan mengkomunikasikan gagasan mutlak diperlukan. Bayangkan saja jika kita punya ide tapi tidak bisa mengkomunikasikannya dengan baik, tentunya tidak banyak yang bisa mengambil manfaat dari ide dan gagasan kita.

Keruntutan kalimat yang disusun agar menjadi paragraf yang efektif dan enak dibaca menjadi salah satu syarat penilaian yang dilakukan oleh dosen. Maka dari itu kemampuan menulis benar-benar harus dilatih dan ditingkatkan. Kemampuan menulis sebenarnya sih memang tidak bisa secara langsung bisa dilihat hasil dan manfaatnya, namun perlu dilakukan secara bertahap satu demi satu untuk melihat apakah hasil tulisan itu bagus atau tidak dan yang terpenting apakah pembaca bisa memahami sebenarnya apa sih yang mau disampaikan oleh si penulis. Menulis itu bukan seperti pelajaran matematika yang hasilnya pasti dan jika tidak tepat salah. Menulis membutuhkan ketelitian, pemahaman, dan konsistensi agar hasilnya semakin hari semakin bagus. Lalu bagaimana sih melatih kemampuan menulis dan mengkomunikasikan gagasan lewat tulisan agar artikel dan essay yang dibuat menjadi bagus dan enak dibaca?.

  1. 15 Menit per Hari

Coba deh setiap hari luangkan waktu minimal 15 menit saja untuk membaca buku (bukan novel tapi buku ilmiah) agar pengetahuanmu bertambah dan wawasan menjadi luas. Kenapa disini aku lebih menyarankan untuk membaca buku ilmiah atau buku pengetahuan? Karena di buku tersebut banyak sekali diungkapkan fakta dan gagasan yang disusun menjadi sebuah kalimat yang runtut dan efektif, sedangkan di dalam novel biasanya kurang memperhatikan hal itu. Lebih bagus jika membaca buku yang berkaitan dengan jurusanmu, dengan membaca 15 menit per hari saja lebih dari satu juta kata bisa diolah oleh otak.

  1. 200 Kata per Hari

Setelah membaca buku-buku tersebut, cobalah untuk mengungkapkan gagasanmu dalam bentuk tulisan, karena dengan menuliskannya akan melatih kemampuan menulis menjadi lebih baik. Tidak usah terlalu banyak yang ditulis, cukup menulis 200 kata per hari dan semakin hari usahakan lebih banyak yang ditulis, misal hari pertama 200 kata, hari kedua 250, hari ketiga, 300, dst. Kemudian bacalah lagi tulisan itu lalu analisislah apakah susunan kata dan kalimat sudah benar. Paragraf yang baik terdiri dari satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas, usahakan paragraf yang kamu tulis memuat hal tersebut.

Belajar menulis itu bukan seperti pelajaran di kelas. Tapi “learning by doing” belajar dengan mempraktekkan. Jadi semakin kita sering melatih kemampuan menulis, maka akan terlihat bagaimana hasilnya apakah tulisan itu bagus atau tidak. Jika tidak bisa menilai mintalah bantuan orang lain untuk membaca dan menilai tulisan tsb, jika masih kurang bagus jangan pernah malas untuk memperbaikinya. Jangan hanya menyembunyikan gagasan dan ide-idemu di otak tapi ungkapkanlah. Bisa jadi perubahan besar berasal dari satu ide kecil.

Advertisements

2 thoughts on “Learning by Doing!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s