Kompetensi yang Dimiliki Guru untuk Mengatasi Masalah Anak dalam Interaksi Sosial

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Keberhasilan program pendidikan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor eksternal maupun faktor internal pendidikan itu sendiri. Faktor eksternal di antaranya karakteristik masyarakat, kondisi ekonomi, sistem politik, dan tatanan kehidupan lainnya; sedangkan faktor internal di antaranya kurikulum, sarana dan prasarana, faktor peserta didik, dan faktor pendidik. Dari berbagai hasil studi terungkap bahwa dalam sistem pendidikan, faktor pendidik merupakan faktor yang sangat penting dari keseluruhan faktor yang berpengaruh terhadap tercapainya tujuan pendidikan. Mengapa demikian? Karena peranan pendidik sulit digantikan oleh yang lain.

Pendidikan anak usia dini perlu penanganan yang khas dibandingkan dengan pendidikan lainnya seperti pendidikan sekolah dasar, pendidikan SLTP, dan pendidikan SLTA, karena anak usia dini memiliki karakteristik perkembangan dan cara belajar yang berbeda dengan anak-anak yang usianya lebih tua, sehingga diperlukan bimbingan yang khas pula agar anak dapat berkembang secara optimal. Sehubungan dengan hal tersebut, kajian tentang profesi tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari berbagai pihak.

Oleh karena itu, peran pendidik dalam pembelajaran anak usia dini membutuhkan perhatian khusus sehingga interaksi antara pendidik dan peserta didik tidak hanya merupakan transfer ilmu akan tetapi merupakan bimbingan layaknya orang tua pada diri anak.

1.2. Rumusan Masalah

  1. Apakah permasalahan yang sering terjadi pada anak usia dini?
  2. Bagaimana guru paud mengatasi permasalahan tersebut berdasarkan tugas dan profesinya?

1.3. Tujuan Penulisan

  1. Untuk mengetahui permasalahan yang sering terjadi pada anak usia dini.
  2. Untuk membantu guru mengatasi permasalahan tersebut berdasarkan tugas dan profesinya.

 

PEMBAHASAN

2.1.  Permasalahan yang Sering Terjadi Pada Anak Usia Dini

Perilaku-perilaku negatif yang menimbulkan masalah menandakan anak bukan sebuah barang cetakan melainkan suatu pribadi unik. Anak bisa dididik untuk bersikap baik terhadap orang lain dengan mengamati perilaku baik orang tua atau pendidik, dengan penjelasan spesifik mengenai perilaku baik, dengan tindakan orang dewasa yang menghargai, memperhatikan serta memberi pujian ketika mereka menunjukkan sikap tersebut. Contoh perilaku-perilaku negatif yang dilakukan anak usia dini yaitu:

  1. Anak sering mengalami kekecewaan sehingga anak mudah putus asa dan malas melakukan kegiatan.
  2. Anak sering menangis dan cemberut sehingga anak tidak mau bergabung dengan temannya.
  3. Anak sering menggunakan bahasa kasar sehingga mengakibatkan timbulnya perilaku tidak sopan dan dapat menyakiti teman lainnya.
  4. Anak sering mencuri sehingga menimbulkan keributan dan kerugian oleh temannya.
  5. Anak sering marah-marah sehingga banyak teman yang menghindarinya.
  6. Anak yang hiperaktif sehingga mengakibatkan temannya merasa terganggu dan dapat membahayakan anak.

Solusi yang dapat diberikan guru dalam mengatasai permasalahan tersebut di atas adalah lebih mengutamakan komunikasi dan interaksi dengan murid juga menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi murid. 

2.2.  Guru PAUD Mengatasi Masalah Berdasar Tugas dan Profesinya

Untuk menjadi pendidik yang profesional di bidang pendidikan anak usia dini terdapat berbagai kompetensi yang harus dimiliki. Apakah yang dimaksud dengan kompetensi? “Kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Kompetensi dapat dikenali melalui sejumlah indikatornya yang dapat diukur dan diamati. Kompetensi dapat dicapai melalui pengalaman belajar yang dikaitkan dengan bahan kajian dan bahan pelajaran secara kontekstual” (Kurikulum 2004). Menurut Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28 ayat 3, kompetensi pendidik sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi:

a. Kompetensi Pedagogik: pedagogik berkaitan dengan kemampuan tenaga pendidik untuk menjadi teladan bagi anak, kemampuan menginternalisasikan nilai-nilai dalam tindakannya, menjadikan kasih sayang sebagai dasar dalam mendidik anak, memiliki tanggung jawab

b. Kompetensi Kepribadian: kemampuan pendidik untuk menampilkan pribadinya secara utuh, seperti siap mendengarkan anak untuk memahami keluhan dan perasannya, Memiliki kepedulian, sikap empati, responsife, mampu memberi dorongan dan semangat kepada anak.

c. Kompetensi Profesional: pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus ditampilkan pendidik dalam melaksanakan tugasnya secara khusus sebagai pendidik anak usia dini. Menggunakan pengetahuan tentang perkembangan anak untuk menciptakan lingkungan dan iklim belajar yang kondusif dan menantang.

d. Kompetensi Sosial: kompetensi sosial meliputi, memahami anak dalam konteks keluarga, budaya, dan masyarakatnya, Memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang keluarga dan masyarakat.

Berdasarkan kompetensi yang dimiliki oleh guru tersebut, wujud nyata yang dapat dilakukan untuk memberikan penanganan adalah sebagai berikut:

  1. Perhatian: dengan memberikan perhatian kita akan membuat si anak merasa ada di lingkungannya. Seperti memberikan kesempatan dia untuk tampil ke depan kelas agar dia memperoleh kepercayaan diri saat berada di depan kelas dan disana dia kemudian terpancing untuk mencoba kembali tampil di depan.
  2. Motivasi: dengan memberikan motivasi maka kita akan memberikan suatu acuan atau dorongan agar dia terpacu untuk tampil dan berkreasi. Seperti memberikan suatu percontohan yang baik untuk melakukan suatu kegiatan dan tugas.
  3. Ujian: tidak lupa memberikan suatu pujian saat dia telah berhasil melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dia kerjakan, karena dengan memberikan suatu pujian itu dapat memberikan suatu rasa kepercayaan diri. Tetapi jangan terlalu berlebihan karena itu dapat membuat si anak merasa terlalu bisa melakukan segalanya dan akhirnya lupa akan posisi sebenarnya.
  4. Komunikasi: anak harus lebih sering melakukan komunikasi kepada guru, teman, dan orang lain, dan selalu mengajak anak berbicara atau berkomunikasi dalam membantu dalam pembelajaran di sekolah.
  5. Kerjasama dengan Orangtua: sebagai seorang pendidik, guru juga dapat membuat kerjasama dengan orang tua. Untuk membantu menangani masalah, agar tidak mengalami keterlambatan dalam berkomunikasi dengan orang lain.

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

            1. Guru adalah tokoh yang berpengaruh dalam kehidupan anak, oleh sebab itu guru sebaiknya mampu membimbing anak dengan berbagai pendekatan tertentu dalam proses kegiatan belajar mengajar agar anak menjadi lebih baik.

            2. Kompetensi yang dimiliki oleh seorang guru layaknya dijadikan sebagai acuan dan panduan dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapinya ketika berinteraksi dengan peserta didik.

 

DAFTAR PUSTAKA

 Soetjipto, Raflis Kosasi. 2009. Profesi Keguruan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

http://sweetypaudasore.blogspot.com/2012/11/masalah-anak-dalam-interaksi-sosial_10.html (Online). diakses tanggal 28 oktober 2013.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s