Pentingnya Penerapan IQ, EQ, dan SQ Sejak Usia Dini

Ketika kita berbicara mengenai mencerdaskan anak, pikiran kita akan tertuju pada dunia pendidikan. Secara umum, proses mencerdaskan anak adalah dengan pendidikan. Pendidikan tidak hanya dilakukan di sekolah, tapi juga di keluarga, dan masyarakat. Dalam hal ini IQ, EQ, dan SQ adalah satu paket kecerdasan yang harus secara utuh dimiliki setiap anak dan diri kita sendiri. Kecerdasan IQ, EQ, dan SQ adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. IQ atau intelligence quotient penekanannya lebih diarahkan pada kecerdasan otak yang meliputi kecerdasan matematis dan berbahasa yang berhubungan dengan kemampuan kognitif anak. Kecerdasan yang kedua adalah emotional quotient atau disebut EQ yaitu kematangan emosi seseorang dan pemahaman terhadap diri sendiri. Kecerdasan emosi tidak hanya berfungsi untuk mengendalikan diri tapi lebih dari itu mencerminkan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan dan kepekaan terhadap orang lain. Spiritual Quotient atau SQ adalah kecerdasan spiritual yang lebih menekankan pada kemampuan memahami diri sendiri, agama, dan Tuhannya. Continue reading “Pentingnya Penerapan IQ, EQ, dan SQ Sejak Usia Dini”

Advertisements

Ekspresi Seni

Photo by: Koko Wijayanto – Pulau Belitong

Aku ingin kembali membuka lembar demi lembar catatan hidupmu. Mengagumkan sekali membaca sosokmu lewat tulisan-tulisan yang kau biarkan berserakan di meja kamarmu. Menangkap dirimu lewat foto-foto yang kau tempelkan di tali yang menggantung di tembok. Bahagia sekali ketika aku bisa meniup rangkaian origami berbentuk burung yang sengaja kau gantungkan di depan pintu kamarmu. Tapi menyebalkan sekali ketika melihatmu sudah menikmati duniamu, dengan cardigan biru dan jeans belel yang sering kau kenakan, cuek dan sok angkuh menggoreskan kuas pada kanvas putih di sudut kamarmu. Atau dengan tatapan tajam menilai lukisanmu dan tiba-tiba kau lemparkan saja kacamatamu di atas sofa yang dipenuhi kertas sketsa pensilmu. Atau kau yang hanya tersenyum menatapku ketika aku sebal melihat kameramu yang kau biarkan menggantung  di samping gantungan baju. Meletakkannya seperti sampah yang sudah tak kau pedulikan.

Hey… kapan sih kamu mendengarku, membincangkan apa saja yang ada dipikiranmu.

Hmmmh… aku tersenyum sendiri menyandarkan pundakku di kursi kayu, menimati musik jazz dari mp3-mu, mencium aroma kopi panasmu yang khas, membaca saja buku-bukumu yang sudah berdebu.

Sesekali menatapmu dan membisikkan “Kadang aku terkesan melihatmu berantakan. Mengikuti jalan pikiranmu yang mengesankan. Kamu yang lugu selalu sibuk dengan pikiranmu.”318703_475177599160068_1087110328_n

Ketika Pada Posisi Terendah

Maka ketahuilah saudaraku, sesungguhnya seorang raja yang mulia, adalah yang mampu memperlakukan seorang pengemis dengan perlakuan yang lebih mulia. Mereka yang tidak menghargai sesamanya, sebenarnya adalah seperti melepaskan kesempatan diri mereka sendiri untuk menjadi lebih berharga dan dihargai.

Sikap yang terpuji yang kita berikan kepada orang lain, adalah seperti bumerang yang kita lempar, yang kemudian akan berbalik kepada kehidupan kita sendiri. Seperti kalimat bijak, “siapa yang menanam, maka dia akan menuai.”

Maka bersyukurlah bagi mereka yang sedang direndahkan, karena ketika suatu hari Allah mengijinkan derajat mereka naik, maka mereka akan sangat lebih tahu bagaimana menghormati orang lain yang sedang terendahkan dan tidak mudah merendahkan siapapun yang dipandang rendah oleh orang lain. Maka berbahagialah mereka yang dapat dengan sabar melewati episode ujian Allah, lewat penderitaan atas terendahnya diri manusia. derajat kesholehan yang lebih tinggi, akan selanjutnya menjadi hak milik mereka, dan sesungguhnya merekalah manusia-manusia yang mulia dihadapan manusia dan di hadapan Allah, InsyaAllah.

#1 Topeng

Ketika apa yang aku ucapkan tak lagi bermakna. Diam adalah satu-satunya pilihan. Sedangkan jiwaku terus memaksaku untuk menyelami rawa gulita itu. Pedih… perih rasanya harus terlihat tegar menyelaminya. Aku bahkan sudah bosan menenteng topeng senyum tentang apa yang aku tentang. Atau aku harus diam dan mendiamkan semua yang aku benci. Tetesan air mata bukan hal yang tak biasa. Tapi senyum ini selalu palsu. Bosan, ingin rasanya menelanjangi sudut-sudut kebohonganku. Karena bagaimanapun kerasnya aku berpikir tidak pernah memberikan manfaat untuk diriku sendiri. Aku terpaksa berjalan menenteng topeng senyum itu. Ya mulai sekarang aku akan mencoba mengalahkan diriku sendiri. Bukan harus meratap tapi menatap penuh harapan. Semoga semuanya akan membawaku kembali mengerti siapa diriku sebenarnya. Menyandarkan kembali tubuhku pada Yang Maha Segalanya.

Abstrak

Aku ingin mengenalmu

Layaknya bayi yang mengenal bundanya

Tanpa harus berkata

Berjalan seiring berjalannya waktu

Kamu yang mengajarkan aku banyak hal

Mengajarkan aku cinta dengan berbagai macam teori dan definisi

Kamu yang mempesona dengan segala macam pengetahuanmu

Dan kamu yang mempesona

dengan keberanianmu untuk terus belajar

Kamu yang bahkan membuatku harus terbata-bata mengungkapkan semua rasa rindu ini

Kamu yang lugu selalu sibuk dengan pikiranmu

Kamu makhluk teoritis terabstrak yang sedang merindu

Cara Asik Nikmati Hari-Harimu

organize your lifeSeringkali rutinitas, dan berbagai masalah yang datang silih berganti setiap hari membuat kita kehilangan motivasi untuk mendapatkan yang lebih baik dalam kehidupan. Hingga semua tujuan kita mengabur dan lama-lama menghilang. Tak jarang kita juga kehilangan kesempatan emas karena keteledoran dan ketidakteraturan hidup kita.

Mungkin sekarang ini kamu lagi banyak kegiatan dan lagi ribet ini itu. Bingung ngatur waktu karena banyaknya kegiatan di sekolah maupun di luar sekolah. Gak bisa tidur karena pusing mikirin tugas-tugas yang numpuk dan besok harus dikumpulin, mana dosennya galak banget. Wah pusing ya kalau kayak gitu urusannya. Atau mungkin setiap semester baru kamu ke kampus membawa sebuah binder dan buku tulis setiap mata pelajaran. Kamar kost mu tertata dengan rapi dan meja belajarmu bersih. Enam minggu berlalu, semua kondisi itu berubah, kamarmu kembali berantakan dan kamu bingung mencari-cari buku catatan yang hilang, map tugas-tugasmu tak tahu entah dimana. Dijamin kalau kayak gitu caranya bakal pusing kepala.

Bagi sebagian orang, menata sesuatu itu mudah. Tapi ada juga yang harus belajar untuk membuat hidup dan waktunya menjadi lebih teratur. Kamu gak usah khawatir. Buku ini akan memperlihatkan pada kamu bagaimana membuat waktumu lebih banyak bareng temen, keluarga, dan sahabat. Strespun berkurang dan kamu akan mendapat kebebasan yang lebih banyak. Menjaga hidup teratur akan membantu pikiran kita menjadi teratur juga. Dan seperti yang kamu tahu, itu bukan hal yang kecil tapi kalau dilakukan dengan baik akan membuat kamu lebih asyik nikmati hari-harimu.

Buku ini dirancang oleh penulisnya, Samantha Moss dan beberapa rekannya yang juga seorang organisator remaja profesional untuk membantu menata waktu kamu. Dalam buku ini kamu akan menemukan berbagai panduan atau cara mengatur waktumu dan juga memberi informasi manfaat keteraturan buat hidupmu. Dalam buku ini juga dilengkapi ilustrasi dan contoh-contoh membuat sebuah jadwal kegiatanmu. Buku ini bisa jadi pedoman yang baik bagi kamu yang punya segudang kegiatan.

Buku ini berusaha mengajak kamu untuk berpikir dan sebebas mungkin mengekspresikan apa yang ingin kamu lakukan namun tidak mengurangi waktumu untuk bermain. Panduan yang ditulis dengan sangat detail dan halaman full color ini tak akan membuatmu bosan membacanya. Ilustrasi yang menarik dan tertata rapi juga akan membuat kita mudah memahami semua penjelasannya.

Kelemahan buku ini sulit dicari, hanya saja halamannya mudah lepas dari buku membuat kamu harus berhati-hati ketika membacanya. Dengan adanya kekurangan buku ini, tetap saja buku ini layak untuk dibaca dan dimiliki. Karena buku ini akan banyak membantu kamu mengatasi semua kegiatanmu. Yakinlah kamu punya kemampuan untuk menjadikan kehidupanmu berharga dan penuh kegembiraan, dan tentunya kamu bisa meraih impianmu dengan hidup yang teratur.

Cerita Tanpa Koma!

Waktu berlalu tanpa peduli apa yang terjadi, tanpa peduli siapa pelakunya dan apa yang dilakukannya. Waktu memandang semuanya sama, jika tidak bisa menjadi yang terbaik hari ini, jangan harap akan menghasilkan yang terbaik hari esok. 24 jam seakan berlalu tanpa terasa bagi kami. Setiap detik waktu yang berjalan menjadi sebuah cerita tanpa koma. Puluhan ide dan cerita memberontak memenuhi otak menuntut untuk segera dituangkan dalam berita. Continue reading “Cerita Tanpa Koma!”

Positive be Happy

Semua yang dilakukan sebaiknya harus memberikan sesuatu yang positif bagi kebaikan sesama dan lingkungan. Tindakan yang positif tentunya akan menghasilkan sesuatu yang positif pula. Tak hanya tindakan, ucapan dan pikiran yang positif juga akan sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup ini.

Masih ingatkah kamu dengan reaksi molekul air terhadap kata-kata positif dan negatif yang seringkali dilakukan oleh banyak orang? 80% elemen dalam tubuh kita adalah air yang selalu membutuhkan sugesti dan pemikiran positif agar molekul air dalam tubuh kita juga membentuk sebuah kristal yang dapat memberikan kesegaran dalam tubuh.

Dengan berpikir positif kita diajarkan untuk lebih menghormati dan menghargai apa yang ada. Bukankah selama ini kejujuran dan berpikir positif selalu ditanamkan oleh orang tua kita. Dengan berpikir positif pula kita dapat menyampaikan ide-ide dan aspirasi secara mudah dan lugas. Salah satu hal yang membuat kita maju dan sukses adalah karena kita mampu berpikir positif. Dengan pikiran yang positif  kita dapat menjalani segala sesuatu tanpa terbebani oleh seribu pikiran buruk. Kita juga akan terhindar dari perasaan  takut gagal.

Pikiran yang positifpun akan membuat hidup lebih nyaman dan bahagia. Orang yang bersikap positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam.

Sebuah Jawaban

Di atas semua kegalauanku, hari ini sehabis shalat Dhuhur aku bertanya dalam hati pada Allah tentang sikap apa yang harus aku ambil. Lalu aku buka Al-Quran terjemah pada halaman acak, lalu aku baca baris ketujuh di lembar sebelah kiri, secara tersirat hal itu sesuai dengan keadaanku. Tapi aku masih merasa ambigu mengartikannya.

Sore ini, aku buka lagi Al-Quran ku, dengan cara yang sama, kubuka acak lalu kubaca baris ketujuh lembar sebelah kiri. Subhanallah, kalimat yang aku baca sama persis seperti kalimat yang kubaca siang tadi. Kubaca lengkap ayat tersebut, Subhanallah sungguh nyata bukti yang Allah berikan pada orang-orang yang mau berpikir. Semua keraguanku musnah, seluruh kegundahanku hilang dan digantikan dengan kedamaian yang luar biasa.

Subhanallah, Maha Besar Allah

“Jika Allah mengetahui ada kebaikan di dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan yang lebih baik dari apa yang telah diambil darimu dan Dia akan mengampuni kamu.”

Q.S. Al Anfal; 70

Ps: ini bukan cerita, bukan juga sajak. Tapi kegalauan hati yang diungkapkan salah seorang teman yang kurang lebih kondisi ini sama dengan apa yang aku dan orang lain sering alami. Sengaja ditulis dengan abstrak dan teoritis biar saja kamu tafsirkan sendiri.

Learning by Doing!

(meningkatkan kemampuan menulis essay dan artikel)parrish-improve-student-writing-iStockphoto_0

Empat hari yang lalu (2/1/2014) salah seorang sahabatku meminta untuk diajari bagaimana caranya menulis. Alasannya, karena menurutnya setiap Ujian Tengah Semester (UTS) atau Ujian Akhir Semester (UAS) kebanyakan soalnya adalah membuat essay dan artikel. Memang benar sih di bangku kuliah, mahasiswa lebih banyak disibukkan dengan tugas untuk mengungkapkan gagasan-gagasan dan opini mengenai hal-hal yang terjadi di lingkungan berkaitan dengan jurusan masing-masing dalam bentuk artikel, essay, makalah, dan lain sebagainya, itu juga yang aku alami selama satu semester awal ini. well, berarti kemampuan menulis dan mengkomunikasikan gagasan mutlak diperlukan. Bayangkan saja jika kita punya ide tapi tidak bisa mengkomunikasikannya dengan baik, tentunya tidak banyak yang bisa mengambil manfaat dari ide dan gagasan kita.

Continue reading “Learning by Doing!”