22 Desember 2013

Ibu, sudah lama kiPicStory-2013-06-24-12-05ta tidak bertemu ya? Terakhir aku memelukmu 5 tahun yang lalu. Terkadang aku merindukanmu seperti gadis kecil yang bermain manja dipelukannmu. Entah apa yang membuatku bisa kuat dan setegar ini melewati hari-hari tanpamu, aku sendiri juga bertanya-tanya. Allah begitu baik menganugrahkan orang-orang yang baik dalam hidupku, mengisi hari-hariku. Ibu tahu waktu itu, 5 tahun yang lalu, mungkin waktu itu aku yang menangis paling kencang, orang-orang memelukku, mereka semua ada untukku dan tanpa disadari menjadi penting dalam hidupku.

Aku kadang lelah bu harus melewati masa-masa ini sendiri.

Aku kadang rindu teriak panggilmu waktu subuh,

Aku rindu dongeng dan alunan dzikirmu ketika aku akan tidur

Aku kadang rindu ditemani ketika aku belajar

Aku rindu melihatmu sibuk melakukan banyak hal dengan ketrampilanmu

Aku kadang rindu membaca-baca sms yang ibu kirim padaku ketika aku pulang sekolah

Aku rindu menghabiskan waktu jalan-jalan menikmati kuliner di kota ini

Aku rindu waktu kita memasak bersama dan aku makan dengan lahap hingga tak ada satupun nasi yang bersisa di piringku. Aku sedang berusaha keras mencoba makan sayur lagi setelah sekian lama hampir 5 tahun ogah-ogahan makan sayur bu, tidak ada masakan sayur yang rasanya seenak masakanmu bu… perlahan aku akan menghilangkan ego itu bu, meski rasanya setiap makan sayur selalu ingin muntah.

Aku rindu kesederhanaanmu, rindu senyumanmu, rindu pelukanmu…

Rindu semua tentangmu…

Kadang aku harus belajar sendiri, menjadi mandiri melakukan banyak hal. Kadang aku tak tahu bagaimana harus bersikap tentang banyak hal yang belum sempat kau ajarkan. Aku diam-diam mengamati orang lain, mendengarkan nasehatnya dengan sok cuek dan gak peduli. Aaah, sebenarnya banyak hal yang belum kau ajarkan padaku, tapi semua orang yang kukenal mereka memberiku banyak ilmu, banyak pelajaran yang berarti untukku. Kadang, aku menikmati waktuku untuk sendiri, pergi ke sebuah pantai, duduk santai di cafe, menghabiskan waktu di perpustakaan, atau bahkan jalan-jalan ke kota lain sendirian seperti orang yang sedang mengasingkan diri. Aku hanya ingin menikmati waktu yang singkat ini untuk melihat banyak hal bahwa semua ini indah jika disyukuri.

Aku masih ingat waktu liburan terakhir kita di pantai dan Jogja, kita sempat menikmati duduk di jalanan malioboro di dekat mall itu ya. Waktu itu cuaca terik sekali tapi kita sangat menikmati itu. Waktu itu tanpa sepengetahuan ibu, aku jalan-jalan sendiri menyaksikan penjual lukisan di jalan-jalan malioboro sampai ibu kebingungan mencariku. Atau ketika ibu melihatku berlari-larian di tepi pantai sambil menikmati jagung bakar dan aku melambaikan tangan dengan wajah yang riang gembira.

Tak ada yang berubah dariku, bu. Aku masih anakmu yang dulu lincah pergi kesana kemari melihat dunia dengan caraku sendiri, aku masih anakmu yang selalu ingin tahu banyak hal, aku masih menjadi diriku yang tak pernah lelah melantunkan doa dan syair-syair untukmu, aku masih seorang yang perfeksionis dan tak kenal lelah meskipun dulu berulang kali kau menegurku karena tak tahu waktu menikmati aktifitasku. Tapi aku sekarang sudah beranjak dewasa bu, aku kuliah di jurusan yang bukan pilihanku, tapi lagi-lagi Allah begitu baik padaku, merencanakan sesuatu yang indah untukku. Disini aku belajar banyak hal, mengenal banyak orang yang mengajariku apa yang belum sempat kau ajarkan. Aku kadang miris bu mendengar cerita dosenku tentang kekerasan yang dilakukan seorang ibu pada anak, atau tentang seorang remaja perempuan yang tega membunuh anaknya sendiri karena berbagai faktor, aku miris melihatnya. Aku risih mendengar temanku yang dengan fasih sering mengucapkan kata-kata kotor secara langsung maupun di media sosial, rasanya aku seperti baru menelan bekicot hidup ketika mendengarnya, ibunya dimana ya? Begitu kataku dalam hati. Ups maaf. Aku hanya menghela nafas ketika banyak sekali kasus pelecehan seksual di beritakan di televisi maupun koran. Aku bersyukur, dulu ibu selalu mengajarkan aku bagaimana bertutur kata yang baik, bagaimana bersikap dengan orang lain, banyak nilai-nilai moral dan agama yang ibu ajarkan padaku, bahkan dulu ketika pertama kali aku meminta novel dan buku bacaan untuk dikoleksi, ibu dengan sabar meneliti dan membaca setiap detil buku itu. Menyebalkan memang tapi sekarang aku tahu apa maksudnya itu. Oh ya, dosenku yang satu itu namanya Ellyn Sugeng, aku selalu excited mengikuti materi-materi yang diberikan, kami sering membahas hal-hal itu di kelas bu. Ibu tahu, dosen parentingku juga seorang perempuan yang hebat, tapi kadang ketika aku tidak puas dengan jawaban-jawaban bu Ellyn di kelas, aku sering mendebatkan hal-hal itu dengan Prima, teman SMP-ku atau dengan Iqbal, penulis yang teoritis itu. Ibu tahu kan aku tidak pernah mau kalah ketika mengutarakan suatu hal sebelum mendapatkan alasan yang benar-benar bisa aku terima. Hehe, tapi teman-temanku itu tidak pernah bosan mendengarkan ceritaku. Aah, mereka memang hebat bu. Ada lagi bu temanku yang selalu rempong dan rumpi kalau denganku, dia kalau bercerita seperti sedang mendongengiku bu, namanya mas Bima Cucok *eh. Aku senang bu punya banyak teman yang memiliki pengetahuan luas seperti teman-teman ibu dulu, jadi kalau aku kepo mereka pasti bisa jawab. Banyak bu teman-temanku yang lain, sayangnya space disini tidak cukup untuk menceritakan semuanya. Makasih ya bu sudah menjadi teladan yang baik, sudah menjadi ibu yang kuat, kreatif, berjiwa sosial tinggi, dan tidak pernah mengeluh. Aku bangga.

Aku memang tidak pernah meminta Allah agar ibu hidup kembali. Tapi lagi-lagi Allah memang baik bu, selalu mempertemukan kita di mimpi walaupun kita tidak pernah bercakap-cakap. Maaf ya bu, aku sesenggukan ketika menulis semua ini. Bukan karena aku menyesali takdir yang Allah gariskan, tapi karena aku ingin meluapkan rindu yang tak bertepi ini. Banyak sekali yang belum aku ceritakan disini, tapi jangan khawatir, bu memori indah bersamamu tak akan pernah aku lupakan.

Ibu, mampukah aku menjadi sepertimu? Atau setidaknya menjadi perempuan seperti yang kau harapkan? Aku tahu bu, Allah sudah membuatkan cerita untukku. Aku hanya tinggal menikmatinya, melewatinya, dan tersenyum. Semua cerita itu mungkin sudah ada dalam diriku, seberapa kuat aku mau menjadi apa yang aku inginkan.

Aaah, kerinduan sedikit terdamaikan lewat tulisan ya, bu… begitu pula kata seorang sahabatku.  Terimakasih ya bu untuk 13 tahun yang sangat indah. Percayalah, aku tidak pernah melewatkan setiap waktu berkunjung di pusaramu atau melewatkan setiap sujudku tanpa doa untukmu. Percayalah…

Salam rindu, dari anakmu yang belum mengerti bagaimana membalas cintamu…

Selamat Hari Ibu…

 

 

Ps: Tersenyumlah, bersyukur, jangan lupa meminta maaf, jadilah orang yang dermawan, bertutur kata baik, lakukanlah apa yang bisa dilakukan sendiri, tetaplah berlaku baik pada semua orang, jadilah inspirasi bagi siapapun. LAKUKAN! SEKARANG!

BEASISWA

BEASISWA

ft. beasiswaHALOO SEMUANYA…

kali ini saya akan update tentang informasi beasiswa dari Data Print. Nah beasiswa ini udah bertahun-tahun diadakan oleh pihak dataprint. Buat kamu-kamu pelajar di tingkat SMP sampai S1 yuk buruan ikutan, 2 Minggu lagi registrasi beasiswa akan ditutup. Dijamin gak akan nyesel ikut beasiswa ini. Saya nih buktinya, tahun lalu juga mendapatkan beasiswa dari dataprint ini. Gak akan rugi kalau setiap tahun jadi pelanggan setia dataprint. Banyak untungnya…

Nah… gak usah bingung mau cari info dan syaratnya dimana. Tinggal kunjungi google dan search dengan tag “beasiswa data print”, mesin pencari google sudah canggih tuh meletakkan link itu di paling atas. Tapi biar kamu gak ribet nih saya kasih linknya… So, tunggu apa lagi… do it! Action!

http://www.beasiswadataprint.com

Beasiswa Data Print