Lihatlah Lebih Dekat

*Artikel ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Parenting tentang Bagaimana Mengatasi Masalah dalam Keluarga

Terkadang kita dihadapkan pada sebuah masalah yang membuat kita kehilangan semangat atau motivasi. Yang lebih parah adalah jika kita menjadi pesimis dan menyerah. Jika sudah seperti itu, yang ada hanya umpatan, cacian, makian, dan hujatan yang justru tidak menyelesaikan masalah namun hanya memperburuknya. Kehadiran masalah di dalam kehidupan manusia bisa bermakna positif dan negatif, ketika mendapat masalah setiap orang cenderung lebih peka terhadap keadaan dan introspeksi diri. Namun ada juga orang yang terlalu larut dalam masalah sehingga membuatnya terkurung dalam pikiran-pikiran yang negatif.

Masalah bisa datang kapanpun, dimanapun, dan kepada siapapun termasuk di dalam kehidupan keluarga. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Di dalam sebuah keluarga kecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak tidak pernah terlepas dari sebuah masalah. Ada saja kerikil-kerikil kecil atau masalah besar yang datang. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan timbulnya masalah di dalam keluarga misalnya, faktor ekonomi, faktor biologis, faktor lingkungan, dan masih banyak faktor lain yang bisa menjadi sumber masalah. Namun, disini kita tidak akan membahas mengapa masalah itu bisa timbul tapi bagaimana kita bisa mengatasi masalah tersebut.

Semua persoalan yang muncul tentunya membutuhkan penyelesaian. Berikut ini akan saya jelaskan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu menyelesaikan masalah dalam keluarga.

1. Kenali Masalahnya

Mengetahui persoalan keluarga yang sebenarnya akan lebih baik untuk mencari solusi permasalahannya. Karena dengan begitu, kita akan tahu duduk permasalahan yang sebenarnya.

2. Memperbaiki Diri, Dalam Banyak Hal Terutama Ibadah

Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang berasal dari dalam hati, menjadikan kita kreatif ketika kita dihadapkan pada masalah pribadi atau keluarga, dan mencoba melihat makna yang terkandung di dalamnya, serta menyelesaikannya dengan baik agar memperoleh ketenangan dan kedamaian hati. Hal inilah yang diperlukan sebagai salah satu cara mengatasi masalah dalam keluarga. Memperbaiki diri terutama dalam hal ibadah berarti mendekatkan diri kita kepada Allah dan meningkatkan ketaqwaan kita. Karena dengan kuasaNya, segala urusan dan masalah diserahkan.

3. Duduk Bersama Untuk Mencari Solusi Dari Permasalahan Yang Ada

Kurangnya komunikasi antar keluarga bisa menyebabkan timbulnya masalah di dalam keluarga. Oleh karena itu mulailah dengan pertemuan keluarga. Berikan kesempatan kepada setiap anggota keluarga untuk dapat mengekspresikan kepedulian dan perasaannya. Pertemuan keluarga adalah waktu yang tepat untuk saling mengerti dan menghargai perbedaan yang ada juga sebagai cara yang baik bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan mereka dengan sehat

4. Saling Introspeksi

Saling menyadari dan menghargai peran masing-masing individu di dalam keluarga. Suami istri mampu memahami satu sama lain, dan berbagi peran di dalam keluarga di dalam menyelesaikan sebuah masalah dan menjaga keutuhan keluarga. Sedangkan peran orang tua kepada anak mampu memahami anak dan memberikan contoh yang baik bagi anak. Saling introspeksi diri menjadi sangat penting sehingga tidak gampang menyalahkan yang lain

5. Lebih Melihat Kelebihan Daripada Kekurangan Yang Lain

Setiap orang punya kekurangan dan kelebihan, mengakuinya akan membuat kita lebih bijak. Begitu kata pepatah. Tidak ada yang sempurna dalam hidup ini jika kita selalu melihat kekurangan-kekurangan yang ada pada diri manusia. Lebih melihat kelebihan anggota keluarga yang lain akan lebih menyenangkan dan bermanfaat daripada senang melihat kekurangan/aib orang lain.

6. Belajar Terbuka dan Menghargai Perbedaan

“Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, dan pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan”. Itulah sepenggal kata yang ditulis oleh Darwis Tere Liye dalam bukunya Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin. Bahwa kita harus saling terbuka sesama anggota keluarga dan menghargai setiap perbedaan yang muncul. Setiap orang akan menghargai keragaman dan perbedaan jika di dalam keluarga mereka tumbuh dan besar dalam sebuah relasi yang menghargai perbedaan.

Dalam keluarga setiap masalah pasti ada. Tidak peduli siapa kita, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita mengatasinya. Lihatlah lebih dekat siapa keluarga kita, mereka adalah orang-orang yang tak pernah alpa berada di samping kita ketika kita gagal bahkan jatuh. Bersyukurlah karena masalah yang ada akan lebih menguatkan kita, dan pada akhirnya bersyukur yang akan memberikan kita kedamaian memiliki keluarga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s