Tolong, Aku Malas!

Mau nulis apa ya hari ini? Emh, dimana ya tempat yang enak buat nulis? Terus bahas soal apa ya hari ini?. Itu mungkin pertanyaan klasik yang sering muncul dan mengganggu mood ketika akan menulis. Aku sendiri seringkali mengalami hal itu, mulai tidak tahu mau nulis apa, bingung mikirin tempat yang nyaman buat nulis, dan sederet pertanyaan yang sebenarnya gak penting. Karena dengan pertanyaan-pertanyaan itu justru menghabiskan waktu kita untuk tidak menulis. Pernah waktu itu aku lagi suntuk banget bingung mau nulis apa, lalu coba aja deh buka twitter siapa tahu dapat inspirasi, pikirku. Setelah baca timeline, ada satu twit yang paling jleb banget dari bang @radityadika, salah satu penulis favorit aku.

RT@radityadika setiap malam yang dihabiskan untuk tidak menulis sesungguhnya bisa dihabiskan untuk menulis. #bukaLaptop

Twit yang nusuk banget buat penulis yang males-males an. Sepertinya gak pantes banget ya kalau ada waktu buat males-malesan. Setelah baca twit itu langsung deh buka laptop dan berhasil nulis sampai 10 halaman. Ah, twit-nya raditya dika selalu mempesona, bagiku.

Pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu mood menulis itu segera aku hindari. Gimana sih caranya?

  1. Sempurnakan Niat

Semua yang kita lakukan tergantung dari niat yang kita punya. Nah, apa sih sebenarnya tujuan kamu menulis itu? Buat apa sih?. Sebut saja niat adalah langkah awal kita untuk melakukan sesuatu. Kalau niatnya udah salah gak mungkin maksimal donk. Niat juga bisa jadi motivasi yang mendorong kita untuk tetap menulis. Jadi, yuk sempurnakan niat untuk apa kamu menulis.

  1. 4-6 hours for reading and writing

Selalu sediakan waktu luang sekitar 4-6 jam untuk membaca dan menulis. Dengan menyediakan waktu seperti itu, kamu akan lebih produktif menulis. Tapi tulisan yang baik adalah ketika dibaca pesan yang disampaikan penulis tersampaikan. Untuk menunjang hal itu, sekarang banyak kok dijual buku-buku panduan dan tips untuk menulis, sekalipun menulis tanpa panduan juga bisa dilakukan. Eits, tapi jangan salah ya, menulis tanpa membaca sama artinya tulisan ompong alias kurang berbobot. Biar tulisan kamu gak acak-acakan dan bisa enak dibaca, kamu harus banyak-banyak baca buku panduan menulis, novel, atau karangan-karangan lain. Nah dengan banyak membaca, kamu akan memiliki banyak referensi untuk tulisan-tulisan kamu. Asal jangan menjiplak ya.

 

  1. Ide, Action, and Passion

Kamu boleh punya banyak ide yang kreatif dan menarik. Tapi gak asik donk kalau ide kamu cuma nongkrong di pikiran kamu, gak ada manfaatnya woy. Kamu harus action biar ide kamu gak cuma ada dipikiranmu. Tapi ide dan action belum cukup loh, kamu harus punya passion. Bukan cuma pilih kerjaan dan pilih sekolah aja yang butuh passion, bakat dan mimpi kamu juga butuh passion. Apa sih passion itu? Setelah browsing di internet akhirnya nemu nih arti passion yang paling kece dari sebuah blog, isinya seperti ini:

 

“Sesuatu adalah passion kita, jika ketika kita mengerjakan hal tersebut, maka waktu akan berlalu dengan cepat. Badan dan pikiran kita pun akan rileks dan enjoy mengerjakannya, entah itu 5 menit, sejam, 5 jam, ataupun seharian, tidak akan ada bedanya. Pada kenyataannya, terkadang kita sama sekali tidak merasa perlu untuk beristirahat, bahkan ketika mengerjakan sesuatu yang pada umumnya orang anggap sebagai sesuatu yang teramat melelahkan.”

 

Ketika kita melakukan sesuatu yang kita senangi, maka waktu akan berjalan tanpa terasa, pernahkan kita merasakan seakan-akan kita terbenam ke dalam suatu hal sampai lupa waktu? Seperti itulah kira-kira ketika kita punya passion. Ide, action, dan passion adalah satu paket untuk menciptakan masterpiece.

 

  1. Mulai dengan Apa yang Kamu Suka

Kalau sudah melakukan 3 hal di atas. Gimana sih cara menjaga mood agar tetap baik untuk menulis. Mulailah menulis dengan minimal 2000 kata per hari, catatlah sekecil apapun ide-ide kamu di atas kertas bahkan di notes pada handphone atau smartphone agar kita tidak lupa. Bahkan, JK Rolling penulis best seller Harry Potter selalu menulis ide yang tiba-tiba muncul pada selembar tissue jika ia tak membawa catatan. Mulailah juga dengan tulisan yang kamu sukai atau tulis tentang apa yang sedang kamu rasakan saat itu. Karena mood biasanya membawa tulisan-tulisan itu mengalir seperti air. Tulislah apa yang ada di pikiranmu, bukan apa yang akan kamu pikirkan.

  1. Everytime is good for writing

Kapanpun, dimanapun, dan bagaimanapun keadaannya. Menulislah. Jangan pernah menunda waktu untuk menulis. Jangan biarkan rasa malas dan bad mood mengganggu semangatmu untuk menulis dan menyelesaikan karyamu. Buatlah jari-jemarimu geli ingin menulis. Ciptakan suasana yang kondusif untuk menulis. Be a good writer with good idea. Its can make you think smart.

Itu tadi 5 hal yang membantu mengatasi rasa malas menulis. Kamu juga bisa coba loh tips di atas. Be a good writer ya guys.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s