#alone

Demi waktu yg tak terikat. Kadang kita butuh waktu untuk sendiri. Untuk berhenti mengenal. Untuk berhenti mencintai. Untuk berhenti tertawa. Untuk berhenti memaksa diri menekuni apa yang tak disukai. Untuk berhenti menatap masa depan. Tapi, dalam kesendirian itu, aku bebas, aku belajar, menemukan hal yang baru.. Ketika sendiri aku tak mengenal orang lain. Aku hanya ingin mengenal diriku sendiri. Hanya ingin menjadi apa yg aku impikan. Aku hanya…     fiuuuh…   Mungkin ketika sendiri, itulah saatnya aku harus menengok ke belakang lalu bersyukur.

Aaaah… Kusandarkan pundakku pada kursi kereta. Memandang hamparan sawah di luar, menikmati pantulan cahaya senja di jendela.

Aku tersenyum. Menghela nafas panjang…

Mungkin, ketika sendiri aku hanya peduli akan mimpiku. hanya pduli pada tatapan mataku. Tak peduli apa kata mereka yang mungkin sekedar pemanis atau sindiran manis. Tapi, percayalah, tak ada seorang individualis sempurna. Tapi tak ada juga seorang sosialis sempurna. ‘Jadilah saja dirimu’ kata angin berbisik padaku.

Ps: ditulis ketika kereta melaju kencang menuju Jogja, dan angin membawa penulisnya tenggelam dalam pikiran-pikirannya. -Desember 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s