POTRET 1: Kehidupan di Mata Remaja

Kehidupan semakin menampakkan wujud aslinya. Kini, kejujuran tak ubahnya hanya sebuah sandiwara belaka. Alkohol, seks bebas, narkoba, dan semua hal yang berbau ‘kenakalan dan modernisasi’ seakan-akan di Tuhankan. Manusia seakan melupakan kodratnya sebagai makhluk yang beragama. Terlalu munafik jika kita tak mau mengakui bahwa hal itu kini benar-benar terjadi dan perlahan menghancurkan generasi muda. Remaja. Bagaimana tidak, pengaruh itu secepat angin masuk menjadi sebuah trend  baru di kalangan remaja tanpa ada perlawanan yang berarti. Sudahlah jangan saling menyalahkan siapapun atas hal itu. Kini, bukan saatnya berdebat mencari siapa yang benar dan salah, bangunlah! Lihat duniamu sekarang! Lekaslah memperbaikinya. Biarkanlah saja nanti waktu yang akan membuktikan dengan segala caranya tentang siapa yang salah dan benar. Bukankah kita juga diajarkan untuk selalu mawas diri dan berlaku baik terhadap siapapun sekalipun dia melakukan kesalahan. Kalau kata pak Mario Teguh “Tetaplah berlaku baik. Lalu perhatikan apa yang terjadi.’’

Selama ini mungkin tak banyak yang ingin tahu makna hidup yang hakiki dan bahagia serta bagaimana hidup harus dijalani. Bukankah selama ini banyak orang yang mengatakan “Jalani saja hidupmu. Jangan dibikin repot. Biar saja mengalir seperti air’’. Tapi bukankah kita tahu bahwa air selalu mengalir ke tempat yang rendah. Lalu maukah kita menjadi orang yang selalu mengalir ke tempat yang rendah dan tak ada perubahan.

Entah mengapa, seiring kemajuan jaman banyak remaja yang melupakan budaya seakan tak penting. Lupa siapa yang membesarkannya. Tak punya tata karma dan secara ekstrem bisa dibilang lupa akan jati dirinya sendiri. Bagiku, hidup lebih dari sekedar mimpi dan cita-cita. Hidup adalah pengabdian yang tidak meminta harta atau jabatan yang masih mengingat sejarah hidupnya dan terlebih lingkungannya untuk di jadikan acuan menjadi insan yang lebih baik. Modernisasi bukan sebuah jalan utama dalam mencari kebahagiaan tapi kesadaran diri sendiri yang harus ditanamkan dalam membentuk orang yang memiliki jiwa yang besar sehingga mampu membawa dirinya ke gerbang kesuksesan.

Otak manusia seakan terkikis oleh kemajuan teknologi dan modernisasi. Termasuk remaja. Lihat saja disetiap tempat tak ada satupun remaja yang tak membawa HP ‘HandPhone’. Media komunikasi elektronik tersebut telah membawa kita lebih maju dalam hal komunikasi. Namun manfaatnya dirasa kurang dan lebih banyak mendatangkan hal negatif. Justru dari situlah sumber kerusakan moral dan harga diri remaja. Bayangkan saja, sebagian besar dari remaja termasuk saya pasti tak asing lagi dengan dunia maya, chatting, porno aksi, seks bebas, dan alkohol. Hal itu sangat mudah didapatkan melalui HP. Tinggal bagaimana kita menyikapinya dan membentengi diri agar tak terbawa oleh arus globalisasi. Dalam hal ini, peran orangtua sangatlah penting layaknya bunga yang tak bisa lepas dari tangkainya.

Kemajuan jaman ini harus kita lalui. Dengan era globalisasi semua terasa mudah didapatkan tapi jangan sampai kita buta akan hal itu. Berbagai efek baik positif negatif tak mampu dibendung datangnya. Oleh karena itu, walaupun orang lain telah mengarahkan kita, memberi nasehat, tetapi hati kita, pikiran kita yang berperan lebih besar terhadap perbuatan kita. Jadi, sebelum melakukan sesuatu berpikirlah terlebih dahulu. Mereka para orang tua kita telah sukses melewati masa remajanya tanpa goresan catatan hitam dan luka dihidupnya. Mampukah kita menorehkan catatan emas di masa remaja ini? Siapa yang akan bangga nantinya? Bukankah kita sendiri?. Tulis mimpimu. Lakukanlah. Dunia akan jadi milikmu.(farah)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s