Misteri Apa?

Musim ujian telah tiba. Mulai dari ujian akhir semester, ujian sekolah, ujian praktek, ujian nasional, dan puncaknya adalah ujian melawan para pejuang ilmu demi sebuah kursi mahasiswa. Ya semacam fase dimana harus berpikir, bertindak, berusaha dengan maksimal, dan fighting. Kalau sudah musim ujian seperti ini gak ada lagi deh yang namanya santai. Pikiran dan perbuatan akan terfokus pada satu hal “ujian”. Entah apa yang membuat kata itu terdengar begitu ngeri di kalangan pelajar. Banyak yang bilang, ujian menjadi salah satu momok dan beban terberat. Semacam pertarungan sengit antara sel sperma dan sel telur untuk menjadi pemenang kehidupan. Ujian itu juga yang akan mengantarkan kami ke gerbang masa depan untuk menjadi pemenang.

Waktu itu setelah pulang dari latihan senam untuk ujian praktek sekolah, aku dan beberapa temanku beranjak ke café di pusat kota yang juga milik salah seorang temanku. Karena suntuk di rumah, tugas sekolahpun kami kerjakan disini. Seperti yang sudah aku ceritakan sebelumnya, café ini sangat klasik dan cocok buat kami yang sedang dilanda demam ujian. Biasanya kami memilih duduk di sofa sudut café dan memesan es cappucino. Es cappucino di café ini memang terkenal enak dan lain daripada yang lain, sebut saja itu menu andalan kami ketika nongkrong disini. Seperti biasanya, terjadilah obrolan ringan disela tugas yang menumpuk.

“Eh, perpisahan sekolah jadi kapan? Dimana?” tanyaku penasaran.
“katanya sih di sekolah aja, tapi ada prom night!” ujar Eldo, kepala suku kelas kami.
“Yah males deh, gak asik kalau di sekolahan.”
“Kayaknya asik nih kalau satu kelas liburan ke Semeru. Sekalian refreshing”
“Iya, kita butuh refreshing. Offroad asik nih!” Radit, salah seorang temanku menyela penuh semangat
“Lah, kok gitu? Kan lagi ngomongin perpisahan?”
“Eh, aku pernah loh sama papaku naik ke Gunung Arjuno. Bagus juga kok.”. ujar Radit dengan PD-nya
“Bakalan asik kalau foto album sekolah di Ranukumbolo. Klasik”. Usul kepala suku
“Plis deh, Semeru jauh. Ujian semakin dekat. Foto kelas bela-belain ke Semeru, pasti rumpi ah. Paling juga banyak yang gak diijinin sama orang tuanya.”
“Semeru deket! Sama kok kayak mendaki di Gunung Klotok. Cuma lewati satu bukit gunung. Nah, kan bisa sewa travel buat kesana?”
“Halooooo… Butuh waktu berapa lama? Iya kalo kuat, kalo gak? Emangnya gampang apa kayak gitu. Belum lagi kalau nyasar? Gimana coba? Udah deh cari yang deket-deket aja” Kataku tak setuju.

Tak ada jawaban dari teman-temanku, mereka tahu tak akan ada habisnya berdebat denganku. Lalu kami mulai asik dengan internet. Dan ternyata dua temanku sedang browsing tentang Semeru. Memang setelah film 5cm. tayang di bioskop, kami sering membicarakan tentang gunung Semeru. Dan kebetulan, nenek Eldo tinggal di daerah yang berdekatan dengan Gunung Semuru. Jadilah kami sering mendengar cerita tentang Semeru. Dan artikel yang mereka baca di internet saat itu mengawali cerita mistik tentang Semeru dan hal-hal di sekitar kami. Aku yang memang penakut, sebenarnya tak mau mendengarkan cerita itu. Tapi karena duduk kami hanya berjarak 1 meter, sudah pasti cerita itu terdengar di telingaku dan sukses membuat bulu kudukku merinding.

“Eh udah donk, takut nih!” kataku memaksa
“Tuh ada yang liat di belakang kamu. Gak usah dipikir, gak usah takut. Kalo takut justru didatengi loh.” Kata Radit sambil membacakan artikel di internet dengan suara lebih keras.
“Rese!”
“ha ha ha.” Si kepala suku hanya tertawa melihatku ketakutan.
“Udah deh itu cuma halusinasimu aja. Kalo takut ya kayak gitu jadinya. Parno!”
Enough!” kataku.

Misteri yang ada di Indonesia memang tak akan ada habisnya jika di ceritakan. Indonesia yang masih kental akan hal-hal mistik memang menyimpan sejuta misteri dan pertanyaan. Meskipun kita belum tahu kebenaran akan hal itu. Cerita mistik dari mulut ke mulut seakan menanamkan sugesti pada masyarakat bahwa hal itu memang ada. Hanya kita yang bisa menyaring, berpikir positif, dan rasional tentang cerita-cerita itu. Sama halnya dengan ujian yang sedang kami alami di sekolah. Terlalu memikirkan hasil akhir dan menjadikannya beban justru akan menanamkan energi negatif pada diri kami sendiri. Sugesti semacam itu yang kemudian akan mematahkan semangat belajar kami. Ujian sama halnya dengan cerita mistik, menyimpan misteri yang harus dipecahkan. Dan yang bisa memecahkan misteri itu hanya kita, diri kita sendiri.

Mungkin kita terlalu suntuk dengan aktifitas yang dilakukan, hingga pada suatu titik, mengalami masa kejenuhan. Adakalanya kita butuh sesuatu untuk menyegarkan pikiran yang mulai jenuh. Kita hanya butuh istirahat sejenak dan refreshing. Selanjutnya kita bisa memecahkan misteri di setiap apa yang kita lakukan. Dan kami, Semeru mungkin akan menjadi tujuan liburan dengan segala pertimbangan.
1098037_580722591971278_1040757033_n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s