MASTERPIECE

akan ada sebuah waktu dimana kita akan berdiri penuh rasa bangga. The winner stands alone

Menjadi sangat tertantang ketika melihat banyak novel karya teman-temanku terpampang di toko-toko buku, atau merasa tergerak ketika banyak karya tulis dari teman-temanku juga berhasil menjadi jawara. Yah, semakin hari seperti mendapat sebuah tekanan batin kenapa aku tak beranjak pergi dari rasa suntuk dan segera take action. Menjadi sebuah hal penting bagiku ketika suatu saat aku bisa membanggakan Ayah, Bunda, dan mereka semua yang kukenal dengan sebuah ‘masterpiece’ yang bisa kupersembahkan.

Waktu demi waktu berlalu. 1 tahun pun terasa amat singkat yang dipenuhi dengan rutinitas ‘pemimpi’ untuk menjadi seorang penulis. Alunan musik mellow, secangkir kopi, udara sejuk, suasana café yang klasik, dan menjadi penikmat kesunyian adalah sebuah fragmen yang bisa dibilang ‘aku banget’. Ketika menikmati secangkir kopi di salah satu café klasik di Kotaku, Kediri. Muncul sebuah pertanyaan yang seringkali membayangiku sebelum tidur, pertanyaan lama yang kerapkali menghabiskan waktu lamunanku. “Udah menciptakan sejarah apa tahun ini? Gimana dengan mimpimu?”. Orang lain boleh bilang itu hanya pertanyaan bodoh dan tak penting. Tapi bagiku, itu menjadi sangat menantang untuk membuktikan seberapa besar mimpi dan cita-citaku.

Beberapa pertanyaan lain juga kerapkali dilontakan oleh teman seperti, “Gimana udah kirim novel kemana? Kapan mulai terbit?”. Pertanyaan-pertanyaan itu semakin menguras tenaga dan pikiranku setiap waktu. Hmh, tampaknya harus segera take action untuk menjawab semua pertanyaan itu. Tapi sepertinya bukan hanya take action yang dibutuhkan, juga diperlukan  konsisten melangkah satu persatu melewati tujuan-tujuan kecil untuk meraih tujuan tertinggi. Tak mudah memang, tapi apa salahnya belajar ‘mendisiplinkan diri’ demi sebuah mimpi.

Sebagai seorang pelajar SMA yang beberapa bulan lagi akan menjadi mahasiswa, akan sangat penting dan menjadi sebuah kebanggaan tersendiri ketika masa muda ini dipenuhi dengan ‘masterpiece’ (karya agung). Itu adalah mimpi, mimpi untuk menciptakan masa muda yang indah dan bisa diabadikan menjadi sebuah masterpiece. Tahun ini, tak ada harapan yang lebih indah selain mewujudkan setiap mimpi. Melakukan apa yang bisa aku lakukan dan menjadi yang terbaik. Seiring berakhirnya tulisan ini, semoga selalu terbuka jalan terbaik di setiap waktu dan kesempatan yang kita dapatkan dan semoga Tuhan senantiasa meridhoi setiap langkah yang kita pilih. Amiiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s